Home Serba-serbi Kerajinan Jakarta berhasil menembus Galeries Lafayette

Kerajinan Jakarta berhasil menembus Galeries Lafayette

381
2

Jakarta – Semenjak menjabat sebagai ibu Gubernur Jakarta, Veronica Tan semakin dihadapkan dengan berbagai macam kesibukan. Salah satunya adalah menjadi Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) DKI Jakarta. Istri Basuki Tjahaya Purnama itu pun bertekad untuk membenahi sistem organisasi nirlaba tersebut sehingga maksimal dalam mengembangkan pengrajin. Ia bahkan telah mengambil langkah-langkah kongkret, seperti membuka pop up store di Galeries Lafayette.

Meski hanya berlangsung satu bulan hingga 12 Januari 2016, pop up store yang menampung 10 brand Dekranasda Jakarta itu diharapkan dapat memfasiltasi para anggota. Hal itu juga dilakukan untuk keberlangsungan pengrajin sehingga tidak hanya laku saat pameran. Wanita yang akrab disapa Vero itu pun menginginkan agar produk Dekranasda Jakarta dibeli karena kualitas bukan karena dia.

“Produk mereka dipilih oleh Galeries Lafayette. Kalau bikin peluncuran cuma karena Christmas, orang beli bisa karena nggak enak sama saya. Saya nggak mau. Saya mau bawa nama yang baik, mampu secara kualitas,” kata Veronica dalam peluncuran pop up store Dekranasda Jakarta di Galeries Lafayette, Pacific Place, Sudirman, Jakarta Selatan, (17/12/2015).

Veronica Tan di Galeries Lafayette
Veronica Tan di Galeries Lafayette

Setidaknya ada lebih dari 10 desainer dan 10 merek yang mewakili Dekranasda DKI, kini bisa memajang produknya di Galeries Lafayette yang terletak di Pacific Place, Jakarta. Hasil karya mereka dipajang di antara merek-merek internasional yang telah lebih dahulu menjadi penghuni Galeries Lafayette.

Merek itu antara lain Datie Handicraft, Miro Batikku, Reny Feby Jewelry, BatikKu-BatikMu, Benings Caliya, Batic Chic, Moen Da, Batik Setio Utomo, serta D’Leia. Ada juga Jasmine Teas, Rumah Sulam Rachmy, dan Nita Seno Adji.

Karya mereka yang berupa tas, clutch, kain, sampai perhiasan, dipamerkan di depan salah satu pintu masuk department store. Kebanyakan tas yang dijual memiliki motif batik, floral, dan fauna, seperti elang bondol yang menjadi lambang Kota Jakarta.

Selain dengan memfasilitasi 10 merek terpilih di Galeries Lafayette, Vero masih memiliki rencana lainnya. Salah satunya adalah meremajakan anggota. Ia pun mengharapkan perbaikan sistem yang berbasis pada kurasi.

salah satu store Galeries Lafayette
salah satu store Galeries Lafayette

“Kalau kita benahi sistem, pembeli akan mengurasi karena barang bukan karena orang. Kita juga adakan grading biar yang nggak bagus ketika pameran bisa melihat yang bagus dan ikut menjadi bagus,” ungkap Vero.

Selain pembenahan sistem dan regenerasi, wanita 36 tahun tersebut juga mengupayakan promosi yang gencar. Tahun ini ia bahkan sudah menggelar 10 fashion show untuk mengenalkan produk Dekrasnada. Kemudian Vero juga mengharapkan pembenahan karakter pengrajin itu sendiri.

“Ketika pameran bagus, tapi kalau kita minta nambah barang sulit. Saya ingin memberi pengertian mereka dikasih free tapi nggak free, karena ada seseorang yang membayarkan jadi harus dihargai.” tutur Veronica Tan yang tampil stylish dengan dress dan outer corak bunga.

 diolah dari : detik & CNN

[xyz-ihs snippet=”Kerajinan-Indonesia”]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here