Home Serba-serbi Kerajinan Batu Bongpai Sebagai Simbol Perjalanan Hidup

Kerajinan Batu Bongpai Sebagai Simbol Perjalanan Hidup

835
0

Bongpai merupakan istilah yang di gunakan untuk menyebut batu nisan yang biasa digunakan warga keturunan Tionghoa untuk mempercantik makam para leluhur mereka. Bagi warga Tionghoa, bongpai yang berada di makam seseorang yang sudah meninggal merupakan cerminan perjalanan hidup dan simbol kehidupan yang dijalani oleh orang tersebut semasa hidupnya.

Maka tidaklah mengherankan, jika seorang semasa hidupnya terkenal sebagai orang dengan status ekonomi yang tinggi, maka akan dipasang bongpai yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah oleh keluarga yang masih hidup.

Bongpai adalah bagian tengah nisan. Berupa ukiran nama cina pada lembaran batu. Ditulis dengan huruf cina bertinta kuning emas. Biasanya berisi nama jenazah dan keterangan pendukungnya. Yan adalah ukiran batu yang diletakkan di kanan kiri bongpai. Berisi nama marga atau asal usul dan penjelasan lain. Kemudian ada gambar di kanan kiri yan tadi berupa ukiran di atas batu. Kemudian bagian paling luar dari bangunan pemakaman tersebut dinamakan yan tui. Pengecatan juga dilakukan untuk memperjelas tulisan cina dan juga ukir-ukiran di atas batu dengan menggunakan cat khusus dan berharga mahal dinamakan kimpo.

Bongpai memiliki beberapa jenis seperti batu nisan, patung, papan nama jenazah, dan aksesories lain sebagaimana dibutuhkan dalam sebuah pemakaman dan nisan yang digunakan oleh warga tionghoa. Pemakamkan Tionghoa khas dan agak berbeda dengan pemakaman warga pribumi. Semakin tinggi strata sosial yang dimakamkan, maka pengerjaan bongpai juga semakin rumit dan kelengkapannya semakin banyak.

Salah satu produk kerajinan Salatiga yang ternama dan berbahan dasar batu alam keras adalah kerajinan batu bongpai itu sendiri. Batu sebagai bahan dasar bongpai didatangkan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan luar Jawa tengah. Asal batu membedakan jenis dan kualitas batu dimana hal ini berdampak pada nilai jual dari kerajinan batu bongpai itu sendiri, selain motif, tingkat kerumitan dan ukuran.

Adapun harga yang dipasang untuk kerajinan batu bongpai ukuran besar seperti ukuran lima kali lima meter harganya bisa mencapai 60 juta rupiah. Sedangkan ukuran kecil dan motif sederhana harganya mencapai sekitar 20 juta rupiah. Para pelaku usaha ini memproduksi hal-hal yang berkaitan dengan batu. Biasanya membuat bongpai itu sendiri, patung, dan lukisan di atas batu marmer. Selain itu memproduksi pelengkapan lain misalnya yan, bong ping, dan yan tui.


salah satu motif kerajinan batu bongpai
salah satu motif kerajinan batu bongpai

Dusun Ngampel, Blotongan Kota Salatiga merupakan lokasi kerajinan batu bongpai ini. Ada sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam beberapa kelompok. Mereka mendatangkan batu dari berbagai daerah disesuaikan dengan jenis dan kualitas batu yang dibutuhkan pemesan.

Kerajinan batu bongpai di Salatiga sudah memiliki sejarah yang cukup lama. Menurut penuturan warga, mereka sudah menjalankan usaha ini semenjak tahun 80-an. Menurut warga lain disebutkan bahwa kalau ditelusuri silsilah mereka berasal dari satu keluarga yang memulai usaha sejak tahun 1955.

Pelaku usaha ini memiliki pangsa pasar baik dalam kota maupun luar kota. Beberapa pengrajin batu bongpai bahkan punya pelanggan dari Surabaya, Jakarta, Medan dan beberapa kota lainnya. Dikalangan mereka mengenal istilah batu hijau dan batu putih. Batu putih kualitasnya standar sehingga menghasilkan bongpai dengan bahan berkualitas standar. Batu putih didapatkan para pengrajin dari daerah Purwokerto dan Bandung.

Adapun batu hijau disebut demikian karena batu tersebut setelah diukir dan dibentuk serta dihaluskan permukaannya sekilas akan berwarna hijau. Membuat bongpai dengan menggunakan batu tersebut harganya lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan batu putih. Kualitasnya di atas standar sehingga bongpai yang dihasilkan juga diatas bongpai standar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here