Home Serba-serbi Budaya dan kerajinan Indonesia memikat pengunjung Milan World Expo

Budaya dan kerajinan Indonesia memikat pengunjung Milan World Expo

629
0

Mendapat kritik pedas

Menempati lahan 1.175 meter persegi, Paviliun Indonesia di Milan Expo, Italia berhasil memikat 3,7 juta pengunjung. Kritik pedas di periode awal pembukaan pameran menjadi tombol pemicu perbaikan.

Kritik pedas itu muncul bertubi-tubi. 1 Mei 2015, hari pembukaan Milan World Expo, Paviliun Indonesia dinilai belum siap tampil menjajakan diri. Pekerjaan interior belum rampung. Makanan yang disajikan tidak mencerminkan kelezatan kuliner tanah air. Lokasi tidak strategis dan sederet kritik lainnya yang mengarah hujatan terus menerus mengalir.

Peduli dan cinta. Mungkin itulah alasan mengapa para kritikus -yang juga warga negara Indonesia- begitu keras mengomentari hasil karya anak bangsa. World Expo, ajang lima tahunan yang kali ini diselenggarakan di Milan, diikuti oleh 147 negara. Semua negara berlomba-lomba memamerkan kehebatan mereka di acara yang berlangsung selama enam bulan itu (1 Mei-31 Oktober 2015).

Sangat disayangkan memang jika potensi Indonesia yang luar biasa tidak dikemas dengan gaya yang mempesona. Direktur Paviliun Indonesia Budiman Muhammad pun mengakui berbagai kekurangan yang terjadi di masa-masa awal Milan World Expo dibuka.

“Memang banyak kendala. Selain pendanaan, juga ada masalah teknis seperti barang-barang yang tertahan,” ujar Budiman saat ditemui detikcom di Milan, Selasa (27/10/2015).

Untungnya, sederet kritik yang memenuhi lini masa dunia maya direspon dengan positif. Tim Koperasi Pelestari Budaya Nusantara (KPBN) dan Artha Graha bahu membahu memoles tampilan Paviliun Indonesia yang berdiri di lahan seluas 1.175 meter persegi itu.

Peran Didi Petet

Sekadar flashback, Paviliun Indonesia berdiri berkat inisiatif almarhum aktor dan seniman Didi Petet dengan bendera KPBN. Pemerintah sebelumnya memutuskan tidak mengalokasikan APBN untuk penyelenggaraan World Expo 2015.

“Mas Didi sering berpartisipasi di event internasional. Dan World Expo, menurut Mas Didi, adalah satu dari tiga event dunia yang sangat penting. Indonesia harus ikut tampil. Ini seperti panggilan untuk mengabdi pada negara,” tutur Budiman yang menjelaskan dua event dunia lainnya yang dimaksud adalah Olimpiade dan Piala Dunia.

Artha Graha yang awalnya hanya berperan di urusan kuliner diminta Didi Petet untuk berperan lebih. Senior partner, begitu sebutannya kini. Artha Graha saat ini terlibat penuh dalam seluruh operasional Paviliun Indonesia, dan tentunya berkontribusi besar dalam hal pendanaan.

Perbaikan di sana sini

Duet KPBN dan Artha Graha membuahkan perbaikan di sana-sini. Konsep kembali ditata, interior dibenahi, susunan acara pun dikemas lebih menarik.

“Kami keliling paviliun lain. Kami modifikasi konsep mereka. Bagaimana dengan serendah mungkin teknologi, kita dapat memenuhi kaidah sebuah ruang pamer. Karena itu yang negara lain lupakan. Kaidah pameran adalah menyentuh seoptimal mungkin panca indera,” jelas Budiman.

Itulah lanjut Budiman mengapa akhirnya Paviliun Indonesia menyajikan rempah-rempah yang tak hanya bisa pengunjung lihat, tapi juga raba, genggam, cium, bahkan ada yang tak segan memakannya. Ruangan dalam paviliun juga diredekorasi dengan ratusan topeng dari berbagai daerah di Indonesia.

Satu lagi yang jadi andalan adalah Oculus, peranti semacam kacamata virtual reality. Oculus di Paviliun Indonesia diklaim sebagai yang tercanggih karena menampilkan film. Beberapa negara lain yang menggunakan teknologi yang baru akan dijual massal tahun 2016 ini hanya menampilkan potongan gambar, bukan film.

Untuk acara yang ditampilkan pun diusahakan tidak bersifat satu arah supaya pengunjung tak hanya mengamati, tapi juga merasakan dan diharapkan pulang membawa kesan. Beberapa di antaranya adalah cooking class, coaching clinic musik dan permainan tradisional.

Dengan sederet perbaikan tersebut, Budiman menyebutkan per hari Selasa (27/10) 4 hari jelang penutupan Milan World Expo, pengunjung Paviliun Indonesia sudah mencapai 3,7 juta orang.

“Ini sudah melebihi target yang ditetapkan Kementerian Perdagangan. Targetnya 2 juta. Dengan segala upaya kami yang optimal, hari ini sudah lebih 3,7 juta pengunjung. Mudah-mudahan bisa tutup nanti di angka 4 juta,” ucap Budiman dengan tersenyum.

[xyz-ihs snippet=”Kerajinan-Indonesia”]

sumber : detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here