Home Kerajinan Kayu Erosi Buatan Warga Gunungpati Ini Tembus Mancanegara

Kayu Erosi Buatan Warga Gunungpati Ini Tembus Mancanegara

640
0

SEMARANG- Geliat Desa Wisata Kandri, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang memantik warganya menciptakan berbagai kreatifitas. Salah satunya yang dilakukan kakak beradik, Wakhid dan Muhammad Nur Khusaini membuat kerajinan kayu erosi Kandri Ethnic.

Awalnya Wakhid dan Saddam, demikian sapaan akrab Muhammad Nur Khusaini, hanya iseng membuat kerajinan tersebut. Wakhid sekadar memanfaatkan limbah kayu dan kulit kayu yang tergeletak tak berguna di dalam sungai dan hutan.

“Ukiran kayu tidak saya ukir. Ini asli ukiran alam dari yang sudah lama tenggelam lalu diukir aliran sungai sampai yang dimakan rayap. Kayu lalu saya semprot biar bersih lalu saya vernis biar lebih mengkilap,” ujarnya, Rabu (1/2).

Semakin berkembangnya Desa Wisata Kandri, Wakhid lalu menambahkan karakter orang-orangan di atas Kerajinan Kayu erosi tersebut. Aktivitas orang-orangan dibuat berbagai macam mulai orang menumbuk padi, petani mencangkul, hingga orang mencari kayu bakar.

“Saya ingin kerajinan ini bisa menjadi suvenir Desa Wisata Kandri. Lalu saya tambahkan karakter berdasarkan kearifan lokal tentang aktivitas warga Kandri. Karakter orang terbuat dari kulit batang pisang atau kulit kayu,” ujarnya.

Kini, Wakhid pun kebanjiran pesanan dari dalam negeri hingga dari negeri Sakura Jepang dan Rusia. “Pesanan sudah banyak datang dari luar Kota Semarang di antaranya Jogja dan Bali. Kalau luar negeri pernah kirim tiga kerajinan ke Jepang,” ujarnya.

Kerajinan Kayu Kandri Ethnic dibanderol pada kisaran harga Rp 50 ribu hingga Rp 2 juta per kerajinan tergantung kerumitan dan besar kecil kerajinan. “Kalau hanya karakter satu orang petani cuma Rp 50 ribu. Kalau desain pertunjukan jathilan lengkap dengan peralatan musik dan penarinya bisa sampai Rp 2 juta. Pembeli kebanyakan orang-orang yang suka seni,” kata Wakhid.

unik-kerajinan-kayu-erosi-buatan-warga-gunungpati-ini-tembus-mancanegara_20170203_153639
foto (Tribunjateng/Galih Permadi)

Tak hanya untuk Kandri Ethnic, Wakhid juga mengembangkan kerajinan tersebut bersama warga sekitar. Di Kandri ada sebuah wadah Gubug Rembug, RT 3 RW 1. Bangunan ini sebagai tempat berkumpulnya warga dan penggiat seni melestarikan kebudayaan. Kegiatannya berupa seni lukis, membuat kerajinan tangan, hingga pentas wayang. “Ini sekaligus sebagai aktivitas pendukung ketika wisatawan berkunjung ke Kandri,” ujarnya.

Sementara itu, Saddam mengatakan dalam satu hari ia bisa menghasilkan 3-5 karakter orang. “Tetapi kalau berupa rangkaian yang menggambarkan aktivitas bisa selesai dua hari,” ujarnya.

Tidak hanya aktivitas keseharian warga Kandri, Wakhid dan Saddam juga menerima pesanan khusus sesuai keinginan pelanggan. “Kami bisa buat karakter manten atau karakter lain untuk suvenir,” ujarnya.

Untuk pemasaran, Saddam tidak hanya mengandalkan dari kunjungan wisatawan, ia berusaha memasarkan melalui online. “Lewat online pesanan selain dari Jepang dan Rusia, juga dari Jerman. Kami butuh bantuan pemasaran dari pemerintah agar kerajinan ini bisa berkembang dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sumber : http://jateng.tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here