Home Kerajinan Kain Lurik Sebagai Pelindung dan Warisan Tradisi Kesederhanaan Jawa

Kain Lurik Sebagai Pelindung dan Warisan Tradisi Kesederhanaan Jawa

997
0

Jika kebanyakan orang bisa dengan mudah mengatakan apakah itu batik, sepertinya hal tersebut tidak menjadi sesuatu yang sama ketika di tanyakan apakah kain lurik itu. Karena dikutip dari wikipedia.

Apa itu Kain Lurik?

“Lurik adalah kain dengan motif bergaris-garis kecil yang secara tradisional menjadi pakaian khas warga pria pedesaan di kalangan suku bangsa Jawa. Lurik berbahan dasar katun kasar sehingga menjadi kain bahan baju yang relatif murah dan terjangkau untuk masyarakat miskin. Lurik adalah bahan dasar untuk pembuatan surjan”.

Lurik sebenarnya tidak hanya dipakai masyarakat pedesaan, hanya karena sebuah gambaran tentang kain lurik yang melekat di benak orang jawa pada umumnya bahwa lurik adalah bahan yang terjangkau dan banyak digunakan sebagai pelengkap kehidupan yang sederhana di pedesaan. Kesederhanaan dari kain lurik sendiri bisa disimpulkan dari motif yang hanya terdiri dari garis garis sederhana.

Kain lurik memiliki skema pewarnaan yang cenderung monoton dan di dominasi warna gelap yang tidak pernah di modifikasi sejak awal perkembangannya. Untuk motif yang digunakan, yaitu motif garis garis tersebut memiliki filosofi dan makna. Lurik berasal dari kata rik yang diartikan sebagai garis atau pagar yang berperan sebagai pelindung untuk yang memakainya

Jauh masuk ke perbatasan kabupaten Sukoharjo dengan Klaten sebelah timur, ada sebuah desa yang masih memelihara tradisi menenun kain lurik khas pedesaan nan legendaris tersebut. Masyarakat dari desa Tegalsari telah menenun kain lurik sejak ratusan tahun yang lalu secara turun temurun, Tidak ada yang mengetahui kapan tepatnya kerajinan tenun kain lurik tersebut mulai di produksi di Tegalsari.

Penduduk desa hingga kini masih mempertahankan metode pembuatan tenun kain lurik yang sederhana menggunakan alat tenun tradisional yang biasa dikenal dengan nama alat tenun bukan mesin. Selain itu hal yang menambah keistimewaan dari kain lurik tersebut adalah metode pewarnaannya yang menggunakan bahan alami tanpa diubah sejak jaman dahulu.

Hal ini juga menjadi sebuah pendongkrak nilai kain lurik itu sendiri, karena di pasaran, harga kain lurik dengan pewarna alami dihargai lebih tinggi dari pada yang diwarnai secara kimia, meskipun ketajaman warnanya masih kalah dibanding pewarna kimia. Pakaian yang terbuat dari kain lurik, biasa disebut lurik bisa didapatkan dengan harga yang murah, mulai dari harga Rp 35.000 an untuk ukuran terkecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here